Anda dapat mengirimkan konten ataupun berita yang ingin anda tayangkan di situs PPHP. Berita ataupun konten yang anda kirimkan akan kami periksa terlebih dahulu sebelum ditayangkan. Silahkan login melalui form di bawah ini atau registrasi jika belum menjadi anggota dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.
×Silahkan isi form di bawah ini dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.
×Pengunjung yang terhormat, Pengiriman berita/konten ke situs PPHP diharapkan dan diharuskan memenuhi persetujuan yang ada seperti dibawah ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga untuk menjaga keakuratan data yang nantinya akan tersimpan di situs ini. Adapun beberapa point yang harus diperhatikan antara lain:
Saya setuju, lanjutkan ke pendaftaran atau login
×Bulan Mei 2012 merupakan bulan yang telah direncanakan oleh Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian untuk melakukan Coaching bagi petugas pencacah penggilingan padi. Coaching diselenggarakan secara simultan di 7 propinsi terpilih (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan propinsi Sulawesi Selatan) , bertujuan untuk memberikan bekal kepada para calon pencacah. Pada pelaksanaan coching, para pencacah dibekali tentang tatacara pengisian kuisioner, mulai dari pendataan penggilingan padi, sampai metode pelaporan. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula Kebijakan Revitalisasi Penggilingan Padi oleh Direktur Pengolahan Hasil Pertanian serta Karakteristik Penggilingan Padi oleh Perpadi .
Lokasi pendataan dilakukan di 7 kabupaten pada tujuh propinsi di Indonesia yaitu Kabupaten Subang Jawa Barat, Demak Jawa Tengah, Deli Serdang Sumatera Utara, Lamongan Jawa Timur, Solok Sumatera Barat, OKI Sumatera Selatan danKabupaten Pinrang Sulawesi Selatan. Setiap kabupaten dipilih tiga kecamatan sebagai lokasi pendataan kecuali Kabupaten Demak 6 kecamatan dan Kabupaten Deli serdang 5 kecamatan, kedua daerah tersebut jumlah penggilingannya sedikit sehingga perlu ditambah jumlah kecamatannya. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan petugas pencacah tingkat kecamatan yaitu Mantri Tani/PPL/KCD dan petugas kabupaten. Pendataan dilakukan pada penggilingan padi kecil, menengah, besar , usaha huller dan usaha penyosohan padi, baik milik kelompok, BUMN, BUMD maupun milik perorangan yang berada pada wilayah yang akan didata.
Direktur Pengolahan Hasil Pertanian, Ir. Nazaruddin, MM dalam sambutan tertulisnya mengatakan Penggilingan padi memiliki pernanan yang sangat penting dalam system agribisnis perberasan, karena merupakan titik sentral antara produksi, pengolahan dan pemasaran gabah/beras. Dalam upaya peningkatan produksi beras nasional khususnya dalam pencapaian surplus beras 10 juta ton mulai tahun 2014 maka usaha penggilingan padi dituntut dapat bekerja secara efisien dan efektif, antara lain ditunjukkan oleh rendemen dan kualitas beras yang dihasilkan. Diperkirakan sebagian besar penggilingan padi bekerja dibawah kapasitas giling dengan kualitas dan rendemen yang masih rendah. Beberapa hal yang menjadi penyebabnya adalah sebagian besar penggilingan padi masih menggunakan teknologi sederhana dengan mesin yang sudah berumur tua serta belum dilakukan system agribisnis yang terpadu.
Untuk penetapan kebijakan yang berhubungan dengan dengan usaha penggilingan padi diperlukan Informasi tentang sebaran/lokasi penggilingan padi, kondisi serta keragaannya, namun informasi tersebut masih terbatas. Demikian juga dengan rendemen, dimana data terakhir hasil survey BPS tahun 2005 menunjukkan bahwa rendemen penggilingan padi kecik (PPK) sebesar 56,2%. Berkaitan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan pemetaan dan pendataan penggilingan padi di Indonesia yang bertujuan untuk menginventarisir dan mengetahui lokasi dan penyebaran penggilingan padi yang ada di daerah sentra padi, serta mengetahui kondisi, kinerja, konfigurasi alat serta manajemennya. (AS)