Anda dapat mengirimkan konten ataupun berita yang ingin anda tayangkan di situs PPHP. Berita ataupun konten yang anda kirimkan akan kami periksa terlebih dahulu sebelum ditayangkan. Silahkan login melalui form di bawah ini atau registrasi jika belum menjadi anggota dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.
×Silahkan isi form di bawah ini dengan mengisi data anda dengan lengkap. Pastikan kotak isian yang bertanda (*) terisi dengan benar. Dengan mengirimkan berita/content kepada PPHP berarti anda sudah membaca dan menyetujui persetujuan untuk menjadi kontributor.
×Pengunjung yang terhormat, Pengiriman berita/konten ke situs PPHP diharapkan dan diharuskan memenuhi persetujuan yang ada seperti dibawah ini. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan juga untuk menjaga keakuratan data yang nantinya akan tersimpan di situs ini. Adapun beberapa point yang harus diperhatikan antara lain:
Saya setuju, lanjutkan ke pendaftaran atau login
×
Jakarta, PPHP News; Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Zaenal Bachruddin yang telah memasuki masa Purna Bhakti terhitung 1 mei 2012, menyerahkan “Memori Serah Terima Jabatan” 2008 -2012 kepada Menteri Pertanian Suswono. Memori serah terima jabatan berisi pelaksanaan program/kegiatan pembangunan pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian pada periode penugasan seorang pejabat Eselon lingkup Pemerintahan.
Selama menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian, Zaenal sangat dikenal dengan program two in one, yaitu program yang mensinergikan petani dan pengusaha dalam bentuk kemitraan melalui pemberian insentif teknologi oleh Pemerintah (Cq. Ditjen PPHP) dan insentif permodalan oleh lembaga pembiayaan dalam pengembangan suatu usaha agribisnis Kelompok Tani/Gapoktan.
Suswono dalam sambutan pada acara serah terima jabatan menyampaikan, ”masa purna bakti bukan akhir dalam berkarya, tetapi awal untuk lebih mengembangkan pemikiran-pemikiran melalui karya-karya yang dihasilkan bagi kepentingan pembangunan pertanian dan masyarakat”(hn/)